BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Setiap orang pasti memiliki hasrat untuk bersosialisasi, berhubungan satu
dengan yang lainnya. Demikian pula dalam hal bermain, pada dasarnya setiap
manusia, baik itu anak-anak maupun orang dewasa mempunyai hasrat untuk bermain.
Tujuan bermain berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan usia
mereka. Anak-anak biasanya bermain untuk saling mengenal teman sebayanya.
Sedangkan orang dewasa biasanya bermain untuk menghilangkan kejenuhan di
tengah-tengah tugas yang mereka hadapi setiap harinya.
Bermain merupakan proses experiental
learning , di mana pelakunya mengalami dan merasakan secara langsung (Pepen
supendi, SP dan nurhidayat, 2008). Dalam bermain, siswa merasakan secara
langsung peran-peran dalam permainan tersebut. Hal ini berbeda dengan proses
belajardi ruang kelas pada umunya. Di ruang kelas, siswa lebih dipentingkan
untuk meningkatkan keterampilan kognitif. Sedangkan dalam bermain, hal yang
diperoleh anak adalah keterampilan motorik. Dalam bermain, selain untuk mencari
hiburan tanpa disadari siswa belajar untuk berkomunikasi, saling menghargai,
dan mengenal satu dengan yang lainnya.