HARMONISASI
INTERAKSI SOSIAL MELALUI BUDAYA SALAM OM
SWASTYASTU
Oleh
Ni
Luh Sadewi Widyani
Abstrak
Manusia adalah makhluk individu
sekaligus mahkluk sosial (soon politicon)
dalam hubungannya dengan sesama manusia dan sebagai salah satu penghuni bumi
ciptaan Tuhan. Manusia selalu berusaha untuk menjalin interaksi yang harmonis
dengan makhluk lain dan alam sekitarnya. Namun kadangkala dalam interaksinya
terjadi gesekan-gesekan yang dapat mengakibatkan adanya konflik. Salah satu
faktor penyebab ketidakharmonisan hubungan tersebut dapat disebabkan oleh
penggunaan bahasa yang digunakan baik itu ketika menyapa ataupun ketika
berinteraksi. Seringkali manusia khususnya para remaja menggunakan bahasa gaul
dalam menyapa lawan bicaranya sehingga menunjukkan kesan pertama yang tidak
sesuai. Dalam usaha untuk menjalin interaksi yang harmonis, manusia menciptakan
kebudayaan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Kebudayaan yang
dimiliki Indonesia sangat berlimpah adanya yang mana hal tersebut merupakan
kekayaan yang dimiliki Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia.
Salah satu kebudayaan yang merupakan budaya luhur leluhur bangsa Indonesia
adalah budaya salam. Budaya salam sebagai sebuah ungkapan kepedulian akan
kehadiran seseorang merupakan kekayaan Indonesia sebagai bagian dari kehidupan
beragama manusia. Salam yang dimiliki umat Hindu salah satunya yang digunakan
ketika seseorang bertemu dengan orang lain ataupun dalam sebuah pertemuan adalah
salam panganjali Om Swastyastu. Dalam
salam Om Swastyastu, selain sebagai
sebuah salam untuk mengungkapkan kepedulian terhadap kehadiran seseorang juga
tersirat sebuah ungkapan doa agar pertemuan yang dilakukan selalu dalam keadaan
baik atas karunia-Nya.
Kata-kata
kunci: Interaksi sosial, budaya salam, om
swastyastu



